Visual Art Bukan Lagi Sekedar Elemen Penunjang – Qubicle

Belum genap 4 tahun terbentuk, komunitas yang satu ini sudah wara – wiri di berbagai acara. Siapa sangka kalau UVISUAL, sebuah komunitas yang berfokus pada bidang visual art seperti video mapping, visual jockey dan visual stage berawal dari obrolan saat ngopi di sekretariat kampus. Awalnya Badar dan Kucluk yang memang sudah akrab dengan dunia visual mapping memiliki inisiatif untuk membuat komunitas atau tim dengan ketertarikan yang sama di bidang tersebut. Tercetuslah nama “UPIsual” yang berasal dari nama kampus mereka (UPI) dan visual. Agar terdengar lebih kontemporer, maka huruf “P” diputuskan untuk diganti dengan huruf “V” dan lahirlah UVISUAL pada 24 Oktober 2014.

Kegiatan yang dilakukan pada awal terbentuknya UVISUAL sederhana, melakukan kuliah tengah malam tentang multimedia yang dan visual mapping. Dari kuliah tengah malam tersebut, eksploarasi mereka akan karya visual makin berkembang. Seni visual yang belum menjadi primadona di kota Bandung tidak membuat Badar pesimis terhadap perkembangan visual art kedepannya. Menurutnya, sekarang visual art sangat dibutuhkan. Terbukti bahwa elemen lighting & visual yang juga sering jadi pertimbangan concert people atau ravers untuk mendatangi sebuah gigs. Ambil contoh dari live show Porter Robinson di Djakarta Warehouse Project. Selain musik yang memang menjadi sajian utama, Porter juga sangat memikirkan konten visual dalam pertunjukannya. Menggaet duo visual artist, Elliot Kealoha Blanchard & Laura Blanche yang sudah khatam untuk rave party kelas dunia terbukti mampu membawa rave experience yang berbeda untuk pengunjung. Tidak dapat dilupakan, kehadiran Isha Hening dengan berbagai karya nya yang ada, mampu membuat visual art lebih mudah dinikmati dalam berbagai gelaran yang ada, terutama rave party yang membutuhkan visual art sebagai salah satu medium pendukung bagi para penikmatnya.

Saat ini UVISUAL beranggotakan 20 orang dan banyak sekali tantangan yang dihadapi dalam setiap projectnya, salah satunya adalah DJAMOE #6 yang digelar di UPI, tempat mereka terlahir. Mencoba untuk memberikan cerita dalam menyelimuti gedung isola dengan bentuk berbeda dan visual mapping yang telah dipersiapkan satu bulan sebelumnya, menjadi salah satu achievement tersendiri bagi UVISUAL. Berbagai macam panggung dan juga festival telah menjadi makanan dalam perjalanan yang belum genap 4 tahun ini, namun sepertinya DJAMOE #6 menjadi salah satu pembuktian, bagaimana mereka terlahir dan berkembang di tempat yang sama, dan mencoba kembali untuk dapat memberikan suguhan yang menarik bagi para pengunjung yang ada.

Kedepannya, UVISUAL akan lebih mencoba meng-eksplor lagi 'media' yang berbeda untuk berbagai karya yang akan ditampilkannya, mungkin dengan mencari gedung - gedung dengan tingkat kesulitan yang berbeda pula, ujar Badar saat dikonfirmasi oleh HANALANA.

source : https://qubicle.id/story/uvisual-visual-art-bukan-lagi-sekedar-elemen-penunjang