“TRILOKA” Tiga Tataan Semesta Dalam Kosmologi Sunda

Video mapping merupakan media yang cukup hangat di indonesia era 2010 sampai hari ini. Video mapping atau proyeksi video menurut Maniello (2014), merupakan bagian dari realitas tertambah, Augmented Reality (AR), atau sebuah realitas buatan, pemetaan video merupakan pengembangan dari disiplin ilmu realitas tertambah namun dikarakterisasi oleh kesempurnaan dan konsistensi yang lebih besar. Maka video mapping terdiri dari video yang diproyeksikan pada objek 3D dan memetakan ulang objek tersebut dengan bantuan perangkat keras sehingga membuat benda-benda yang secara fisik sebenarya tidak ada atau hanya ada dalam video terlihat seolah-olah nyata dengan memadukan ruang virtual dan ruang nyata

Uvisual berkolaborasi bersama ensemble kyai fatahillah dengan tajuk “TRILOKA” ini merupakan bentuk muatan lokal tentang 3 tataan semesta dalam kosmologi sunda. Yang pertama Buana Nyungcung (Dunia Atas/Surga), Buana Panca Tengah (Dunia Tengah/Alam Manusia) dan Buana Larang (Alam Bawah/Alam Ghoib). Buana Nyungcung adalah alam para dewata dan Hyang. Bumi sangkala, alam nyata di dunia tempat kehidupan makhluk yang me miliki jasmani (raga) dan rohani (jiwa), yakni manusia, hewan, tumbuhan, dan benda lain yang dapat dilihat baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.

Acara ini terdiri dari sambutan dari rektorat upi Asep Kadarohman Direktur Kesenian Kementrian pendidkan dan Kebudayaan Restu Gunawan , dengan adanya sambutan dari direktur kesenian sekaligus menjadi penyerahan  piagam penghargaan dari UVISUAL kepada rektorat, Direktur Senimedia Kemendikbud dan Fakultas pendidikan seni dan desain. Lalu di lanjutkan oleh empat sesi dari pertunjukan. Sesi pertama diawali dengan menyanyikan lagu indonesia raya. Sesi kedua penayangan video mapping tanpa adanya perekaman. Sesi kedua perekaman, dan sesi ketiga bebas melakukan foto di depan . interaksi dengan apresiator merupakan bagian dari sesi ke tiga. Dengan adanya sesi interaksi dengan apresiator, diharapkan apresiator dapat lebih mengenal dekat dengan apa yang di sebut video mapping.

Video mapping ini termasuk dalam rangkaian acara Bismart yang diselenggarakan FPSD. dan di dukung penuh oleh direktorat kesenian, kementrian Pendidikan dan kebudayaan  sebagai realisasi dari program kerjasama bidang seni media. Antusias penonton dalam cara isola gama ini cukup besar dengan hadirnya pengujung yang berbondong-bondong datang dari sore hari. Meskipun pada saat itu cuaca kurang mendukung. Lampu yang mulai menyala di malam hari membuat pegunjung semakin ramai dan padat.  Dengan di tandainya lampu projector yang sudah menyala. Para penonton sudah mulai mencari tempat duduk dengan sendirinya. Merekapun sengaja membawa berbagai macam makanan untuk di makan di saat acara sudah di mulai.

Dalam sambutan yang di berikan founder Uvisual (Rudi Kurnia) . Uvisual mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak direktorat jendral kesenian (KEMENDIKBUD) yang telah mendukung penuh acara ini . ”tanpa dukungan dari jendral kesenian kemendikbud acara ini mungkin tak akan bisa terselenggarakan” , serta UPI yang telah memfasilitasi acara, dan tak lupa pada tamu undangan yang telah hadir dan penonton yang telah meramaikan acara. (FM)